Part 1(I Hate My Body)

Don't Go

Part 1(I Hate My Body)

"Wine!!" teriakan seorang namja yang memenuhi seisi rumah megah nan mewah. "Yak! Wine Park!! Kemari!!" Teriaknya sekali lagi.

Sedangkan di dapur terlihat seorang wanita yang dengan tenang duduk di pangkuan seorang namja yang memiliki kulit seputih susu. Wanita itu dengan telaten menyuapi namja di depannya.

Dengan Tangan? Dengan sendok? Atau menyuapi dengan sumpit? Jika kalian memilih salah satu di antara ketiganya maka kalian salah.

"Umh! Oppa lepashh.." ucapnya di sela-sela lumatan namja di depannya yang masih menahan kuat tengkuk nya.

"Yak! Sehun!! Biarkan Wine kekamar ku sekarang!!" teriak itu terdengar untuk kesekian kalinya.

"Oppa!" Dengan terpaksa namja itu melepas lumatannya dari bibir wanita di atas pangkuannya.

Dengan cepat wanita itu berdiri dan merapikan penampilannya, lalu berlari menaiki tangga di rumah nya.

Cklek!

Wanita itu membuka pintu sebuah kamar di lantai atas. Pandangan nya melihat seorang namja yang saat ini terbaring di atas ranjang king size.

"Kemari." perintahnya.

Tanpa menunggu perintah dua kali wanita itu segera menghampiri namja itu dan naik ke atas tubuh nya.

Pelan tapi pasti bibirnya mendekat ke arah bibir namja itu. Mencium dan melumat nya.

••••

Park Chanyeol adalah anak sulung dari pengusaha ternama di Korea. Chanyeol adalah pewaris utama dari keluarga Park, yang akan mewarisi sebuah perusahaan utama dari ayah nya dan menggantikan ayah nya sebagai seorang CEO.

Lalu Sehun, dia adalah anak kedua dari keluarga Park. Umurnya tidak beda jauh dari hyung nya. Pewaris sebuah hotel bintang lima dan hotel paling megah yang ada di Korea.

Dan yang terakhir Wine. satu-satu nya anak perempuan di keluarga Park. Sekaligus anak dan adik yang paling mereka sayang. Wine dapat membuat sekitarnya ikut gembira dengan pembawaan nya yang ceria,lemah lembut,dan baik hati.

Tapi,ada sebuah rahasia besar yang selama ini mereka simpan. Rahasia terbesar dan berbahaya yang pernah ada.

••••

"Aahh! Oppa aaahh..." desah Wine yang memenuhi seisi kamar Chanyeol.

Dan kalian pasti sudah tau apa yang mereka lakukan.

"Kau sempit aaahh ..... Wine aaahh..." Chanyeol semakin mempercepat genjotannya di tubuh adik nya

Hingga Chanyeol merasakan adik kecil nya dijepit oleh vagina Wine.

"Shit!" umpatnya. Chanyeol mencengkram kuat kedua payudara Wine. Begitupun Wine yang mencengkram kuat pundak Chanyeol. Menamcapkan kuku jari nya di kulit kakak kandung nya.

"Aaahhhh....."

Desah keduanya saat merasakan pelepasan yang sungguh nikmat setelah begulat kurang lebih 2 jam.

Chanyeol menjatuhkan tubuh nya di atas tubuh Wine. Mengatur nafas yang tersengal-sengal. Nafas keduanya saling beradu melepaskan rasa lelah antara mereka.

••••

Wine keluar dari kamar Chanyeol dengan pakaian lengkap. Tidak lupa dengan cara berjalan nya yang sedikit tertatih. Karna Chanyeol yang terlalu kasar bermain dengan tubuh bagian bawah nya.

"Apa Chan Hyung bermain kasar lagi?" tanya seorang namja yang kini berdiri di depan kamar Wine yang berada tepat di tengah kamar kedua kakak nya.

Wine hanya mengangguk menanggapi pertanyaannya. Dia adalah Sehun kakak keduanya.

Sama seperti Chanyeol, Sehun pun juga menikmati tubuh Wine. Tapi,bedanya Sehun sedikit demi sedikit sudah mulai sadar dengan kesalahan yang dibuat nya.

Sehun memperhatikan langkah kaki Wine yang tidak biasa dan jangan lupakan wajah nya yang meringis menahan sakit. Dengan cekatan Sehun menggedong Wine ala bridal style. Dan hal itu sukses membuat Wine terkejut.

"Yak! Hunnie Oppa! Turunkan aku!" kesal Wine.

Sehun hanya diam tanpa membalas perkataan Wine.

"Aku bisa berjalan sendiri Oppa." Lagi. Sehun hanya diam menanggapi perkataan Wine. "Oppa, aku..."

Wine langsung diam saat mendapat tatapan tajam dari Sehun. Dari kedua kakak nya Wine memang lebih takut pada Sehun. Bagaimana tidak? Sehun memiliki sifat dingin,cuek,dan memiliki tatapan tajam. Lebih tajam dan menusuk dari Chanyeol.

Sehun mendudukan Wine di sisi ranjang. Lalu dirinya berjongkok di hadapan adiknya. Matanya menatap sedih kearah Wine.

"Ke-kenapa kau menatapku seperti itu,Oppa?" heran Wine.

Sehun hanya menggeleng menanggapi pertanyaan adik nya. Lalu tersenyum. Wine sempat tertegun melihat senyum dari kakak nya. Senyum paling tulus dan paling menenangkan yang pernah Wine lihat dari Sehun.

"Istirahatlah." ucapnya sedikit mengacak poni rambut Wine. Lalu keluar dari kamar adiknya.

Wine menatap punggung kakaknya yang semakin menjauh dan menghilang dari penglihatannya. Sungguh Wine sangat menyukai perhatian kakak nya yang satu itu. Sudah beberapa bulan ini Sehun berubah sikap pada nya. Namja itu lebih perhatian dan menyanginya layaknya seorang kakak pada adik nya.

••••

Malam semakin larut. Bahkan jam telah menunjukan angka 01.30 dini hari. Semua orang telah terlelap dalam tidurnya dan pergi kealam mimpi masing-masing, tapi hal itu tidak dengan Wine yang merasa tidak nyaman dengan tidur nya.

Serasa seperti ada benda kenyal dan basah yang berada di vagina nya.

"Umh.." sesekali desahan keluar dari bibir nya kala benda itu menerobos masuk ke dalam lubang sempitnya.

Hingga dengan terpaksa Wine membuka matanya dan merasa kesakitan saat benda panjang dan besar memaksa masuk menerobos vaginanya.

"Aaahh....Chan aaahh..."

Dia adalah Chanyeol yang dengan gampangnya datang kekamar adiknya dan memperkosa Wine.

"Shit! Kenapa kau masih sempit?! Aaahhh!" Chanyeol menggenjot vagina Wine semakin cepat. Bahkan milik adiknya itu masih terasa sakit setelah sore tadi Chanyeol bermain kasar pada Wine.

"Pelanhh aaahh...Chan Oppa..uumh.." Wine mencengkram kuat lengan Chanyeol yang berada di kedua sisi tubuh Wine.

"Aarrgghh!!" teriak Chanyeol saat pelepasan nya selesai dan menumpahkan spermanya di dalam rahim Wine. Lalu setelahnya Chanyeol mencabut miliknya yang besar dari vagina Wine. Bahkan adiknya itu belum mendapat pelepasannya sama sekali.

Chanyeol memakai kembali celana boxer nya dan keluar dari kamar adik nya setelah mengatakan kata-kata yang sungguh membuat Wine merasa terhina.

"Bagus jika kau tidak mengatakan hal ini pada appa dan juga umma. Dan kau tau Wine, tubuh mu sangat nikmat. Bahkan kau pantas menjadi seorang jalang."

Wine menangis sesenggukan di dalam kamar nya. Tidak taukah Chanyeol jika kata-kata yang di lontarkannya menyakiti batin dari adiknya sendiri.

"Umma hiks...." Wine terus menangis tanpa henti. Sungguh dirinya lelah dengan semua kehidupan nya.

Sedangkan di kamar lain, Sehun ikut menangis bersama adiknya. Sungguh dia sangat menyesal. Karna dialah yang menjadi dalang di balik semua rasa sakit yang di alami adiknya.

FlashBack On
5 tahun lalu saat umur Chanyeol 19 tahun dan Sehun 17 tahun. Saat itu kedunya sama-sama sedang menonton video porno.

Mata mereka sama-sama terfokus dapa satu hal yaitu adegan penyatuan mereka di dalam kamar mandi.

"Hyung." panggil Sehun tanpa meninggalkan fokusnya pada tv.

"Hm."

"Apa kau mau melihat sesuatu?" Chanyeol menatap Sehun dengan dahi mengernyit bingung.

Sehun mengambil ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto yang membuat junior Chanyeol langsung menegang dalam seketika.

"Wine?" Sehun mengangguk.

Mereka saling menatap satu sama lain dan sebuah seringaian jahat tercetak jelas di kedua bibir mereka.

••••

Pelan. Sehun membuka pintu kamar Wine. Kepalanya masuk dan melihat adiknya sudah tidur di atas ranjang.

"Dia sudah tidur, hyung."

"Itu bagus. Apa kau sudah menyiapkan semuanya?" tanya Chanyeol dan hanya mendapat anggukan dari Sehun. Di tangannya Sehun membawa sebuah koper berukuran besar. Entah apa isinya.

Keduanya masuk dengan hati-hati, tidak ingin adik kesayangan mereka bangun. Lalu Chanyeol menyibakkan selimut yang menutupi tubuh adiknya.

Kedua mata Chanyeol maupun Sehun membulat sempurna saat melihat pemandangan yang membuat nafsu kedua nya memuncak.

Wine yang hanya tidur menggunakan bra dan celana dalam saja.

"Cepat buka kopernya." perintah Chanyeol dan dengan sigap Sehun membuka koper yang di bawanya.

Sehun menyerahkan sebuah tali pada Chanyeol. Lalu selanjutnya Chanyeol mengikat kedua tangan Wine di sisi ranjang. Lalu sebuah lakban untuk menutupi bibir adik nya.

Sedangkan Wine yang merasa aneh dengan tubuh nya langsung terbangun dari tidur nya. Pandangan pertama yang dia lihat adalah kedua kakaknya yang sudah telanjang bulat tepat di depan matanya.

"Umh!" dan Wine pun baru sadar jika kedua tangan nya terikat dan bibirnya yang sudah di tutup dengan lakban. Bahkan tubuh nya juga sama telanjang nya dengan kedua kakak nya.

"Kau sexy juga,Wine." tangan Chanyeol mulai meraba payudara Wine yang sudah tidak tertutup benang sehelai pun.

Wine ingin berteriak, tapi apa daya nya karna mulutnya yang ditutup lakban. Yang bisa dia lakukan hanya lah menggeliatkan tubuh nya berusaha melepaskan diri dari kedua kakak nya. Tidak pernah sekalipun terpikir oleh nya bahwa kedua kakak yang selama ini melindungi nya justru adalah orang yang akan merusak nya.

"Eemmhh..." desah Wine tertahan. Wine melihat ke arah bawah tubuh nya. Matanya lagi-lagi membulat terkejut saat melihat Sehun membuka lebar kakinya dan memasukan sebuah sex toys ke dalam vaginanya.

"Emh! Emh!" Wine terus memberontak tanpa henti. 'Umma! Appa! Tolong aku!' batin nya berteriak.

Gadis itu benar-benar terlecehkan sekarang oleh kedua kakak kandung nya.

Sex toys yang berada di dalam vagina nya bergetar mengoyak kewanitaan nya.

Sedangkan Chanyeol kini sudah melahap habis payudara milik adiknya.

Keduanya terus saja mengerjai tubuh Wine tanpa melihat air mata Wine. Dan tatapan kecewa di sana.

FlashBack Off

Kenangan itu terus terngiang di fikiran Sehun. Sungguh dia sangat menyesal telah memperlihatkan foto telanjang Wine dan memperlihatkan nya pada Chanyeol. Dia ingin mengulang lagi waktu itu, tapi semua sia-sia saja. Memang benar kata orang bahwa penyesalan akan datang di akhir.

Bahkan saat itu umur Wine masih 15 tahun.
••••

Pagi yang cerah di kediaman keluarga Park. Bagaimana tidak orang tua mereka baru saja pulang dari perjalanan bisnis yang sangat lama.

Wine terus-terusan berada di dekat umma nya dan tidak mau lepas sedetik pun dari nya.

Tn.Park , Ny.Park, Chanyeol , Sehun , dan Wine. Sungguh keluarga yang serasi saat sedang berkumpul, tapi kegelapan yang Wine rasakan saat kedua orangtua nya pergi.

"Wine." panggil tn.Park

Wine yang merasa dipanggil langsung menolehkan kepalanya ke arah sang appa.

"Kau akan appa jodohkan dengan anak sahabat appa."

byur

Chanyeol langsung menyemburkan air yang berada di dalam mulut.

Terkejut? Pasti.

Tapi,tidak dengan Sehun yang justru terlihat bahagia saat mendengar adik nya akan dijodohkan.

"Yak! Chan-ah kau ini kenapa hah?" kesal sang umma. Karna air yang disemburkan nya mengenai sang umma.

Chanyeol mengusap bibir nya. "Mian umma. Aku hanya terkejut. Ya sudah aku mau kekamar dulu." ucap Chanyeol mencari alasan. Lalu pergi ke kamar nya

"Lalu siapa namja itu,appa?" tanya Sehun penasaran.

"Kai anak tn.Kim. Apa kalian masih ingat?"

Sehun mengernyitkan dahi nya bingung. "Kai? Kai?" bibirnya terus mengulang nama itu. "Ah,Kai! Kim Jong In teman masa kecil kita yang gendut dan item itu kan,appa?" tebak Sehun spontan. Bahkan tidak ada rasa bersalah di sana.

"Hunnie jaga ucapan mu." peringat ny.Park.

"Mian Umma. Karna yang ku tau itu, Kai gendut,cengeng,dan hitam." celetuk Sehun sekali lagi.

"Hahahahah....." ketiga orang yang berada di dekat nya langsung tertawa keras mendengar ucapan Sehun yang tanpa rasa bersalah.

Tapi,diam-diam Sehun melirik ke arah Wine yang juga tersenyum bahagia. Sungguh dia sangat senang.

"Kau akan terkejut saat melihat nya Hunnie." ucap tn. dan ny.Park bersamaan.

"Wine kau mau kan appa jodohkan?" tanya tn.Park. Wine yang masih bergelayut manja di lengan sang umma hanya mengganggukkan kepalanya malu-malu.

"Yak! Wine kau mau dijodohkan dengan si gendut itu?" canda Sehun.

"Yak! Oppa siapa yang kau bilang gendut?! Kai itu tidak gedut hanya saja dia lebih berisi dari kita." ucap Wine membela.

"Apa bedanya dengan gendut?!"

"Itu beda Oppa. Sagat berbeda."

Keduanya sedikit bertengkar. Sehun yang memancing dengan candaan dan Wine yang mati-matian membela Kai.

Dalam hati kecil nya Sehun sangat bahagia bisa melakukan sedikit candaan dengan adik nya. Kebiasaan yang sudah beberapa tahun ini hilang. Sedangkan kedua orangtua mereka hanya menggelengkan kepala melihat kakak beradik di depan mereka bertengkar.

Lalu di lantai atas, tepat nya di kamar Chanyeol, namja itu terlihat frustasi saat mendengar bahwa adik nya akan dijodohkan.

"Shit! Wine tidak boleh menikah dengan siapapun. Akan ku gagalkan semuanya."

Tatapan nya berubah tajam. Dan bibir nya berubah membentuk sebuah seringaian.

••••

Malam harinya seluruh keluarga Park berkumpul di meja makan untuk menyantap makan malam mereka. Ini pertama kali nya selama 1 tahun semenjak kedua orang tua mereka melakukan perjalanan bisnis terlama.

Sesekali canda tawa terjadi antara sang appa dan umma atau Wine dengen Sehun. Sedangkan Chanyeol hanya diam menyantap makan malam nya. Mata nya terus saja memperhatikan gerak gerik Wine.

Hingga sebuah ide gila muncul di kepala Chanyeol.

"Ahaahah....Kau akan menjadi istri seorang Kai yang gendut dan hitam,Wine ahahahahah..." canda Sehun yang masih saja menggoda adik nya. Bahkan tawa nya yang paling keras dari kedua orang tua nya.

"Jika aku dengan Kai, maka kau dengan Naeun."

skakmat. Sehun langsung diam seketika dan menatap sengit Wine.

"Naeun? Siapa itu,Wine?" tanya ny.Kim penasaran.

Wine menatap Sehun seketika. Terlihat jelas wajah memohon di sana. Kepalanya hanya menggeleng menolak raut wajah memohon milik kakak nya.

"Naeun adalah kekasih Hunnie oppa,umma. Mereka sedang bertengkar karna Hunnie oppa lupa hari jadi mereka. Benarkan Oppa?" Wine melirik Sehun sekilas. Dirinya puas karna bisa membalas perkataan kakak nya.

Sedangkan Sehun hanya menunduk lesu saat mendapat tatapan sadis dari sang umma.

"Ahahahahahaha....." suara tawa Wine yang terdengar keras.

Hingga tawa nya hilang tergantikan dengan wajah tegang.

Di bawah meja makan, kaki Chanyeol dengan lancar mengaduk-ngaduk kewanitaan Wine. Bahkan kaki nya meloloskan celana dalam adik nya tanpa hambatan.

Wine memegang kuat sumpit yang di pegang nya. Gigi-gigi nya menggigit kuat bibir bawah nya. Menahan kuat agar desahan nya tidak keluar.

Tidak ada yang sadar dengan keadaan Wine sekarang. Kecuali Sehun yang menyadari perubahan adik nya yang tiba-tiba diam dan jangan lupakan bibir nya yang digigit kuat bahkan sampai mengeluarkan darah.

Sehun yang memang duduk di dekat Chanyeol langsung mengubah cara duduk nya. Retinanya melirik ke arah bawah. Air wajah nya berubah terkejut saat melihat kaki kakak nya sudah terjulur menyentuh vagina Wine. Namja itu memutar otak nya agar bisa menyelamatkan Wine.

"Ah! Hyung, aku ingin main game dengan mu. Kajja." ucap Sehun spontan. Dan langsung menarik lengan kakak nya. Mau tidak mau Chanyeol langsung mengikuti langkah kaki Sehun

Wine menghela nafas lega saat siksaan dari kakak pertama nya berakhir. 'Gomawo Hunnie oppa.' batin nya berterima kasih.

Sedangkan kedua orangtua nya hanya bisa tersenyum tanpa tau apa yang terjadi.

••••

Bugh!

Chanyeol menghajar Sehun saat sampai di kamar milik adik nya itu.

"Kau mengganggu kesenangan ku!!" teriak nya. Kedua tangan nya sudah mencengkram kuat baju Sehun.

"Sadarlah hyung. Hubungan ini salah. Tidak bisakah kau melihat penderitaan di matanya ,hyung? Akhiri semua nya!!" jelas Sehun yang ikutan marah. Bahkan tangan nya pun ikut mencengkram kerah baju kakak nya.

Chanyeol tersenyum meremehkan perkataan Sehun. "Ya. Hubungan ini salah. Bukankah kau pun ikut menikmati tubuh si jalang Wine.."

Bugh!

Kini giliran Sehun yang menghajar Chanyeol. Bahkan tubuh nya sampai terjungkal ke lantai. Sehun menarik kerah baju Chanyeol. Tatapan mata nya berubah tajam dan mematikan.

"Jangan pernah menyebut Wine sebagai jalang! Aku tau bahwa aku yang salah disini karna sudah menghasut mu waktu itu. Tapi,aku sudah berhenti,hyung. Sekali saja kau lihat penderitaan dan kekecewaan di mata nya. SEKALI SAJA HYUNG!! Wine menderita!! Akhiri semua nya! Sebelum terlambat!!" keluar sudah apa yang selama ini Sehun pendam. Seluruh emosi nya keluar di depan kakak nya.

Tapi,tidak dengan Chanyeol yang hanya menampakan wajah datar nya. Dengan kasar Chanyeol menepis tangan Sehun dari kerah baju nya.

"Dan satu hal yang harus kau tau Sehun. Sampai kapan pun juga. Aku tidak akan melepaskan Wine. Sampai kapan pun." Chanyeol berjalan keluar dari kamar Sehun.

"Aaarrgghhh!!" teriak Sehun frustasi. Perasaan bersalah masih Sehun rasakan.

TBC